
Disusun oleh :
Banu Jatu Esmoyo
21040111060054
PROGRAM STUDI DIII
JURUSAN PERENCANAAN WILAYAH & KOTA
FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS DIPONEGORO
SEMARANG
2012
BAB I
PENDAHULUAN
PENDAHULUAN
LATAR BELAKANG
Pencemaran udara adalah kehadiran satu atau lebih substansi fisik, kimia atau biologi di atmosfer dalam jumlah yang dapat mambahayakan kesehatan manusia, hewan dan tumbuhan atau mengganggu estetika, kenyamanan atau merusak properti.
Adapun yang disebut polutan yaitu suatu zat atau bahan yang kadarnya melebihi ambang batas serta berada pada waktu dan tempat yang tidak tepat, sehingga merupakan bahan pencemar lingkungan, misalnya: bahan kimia, debu dan panas. Polutan tersebut dapat menyebabkan lingkungan menjadi tidak dapat befungsi sebagaimana mestinya dan akhirnya malah merugikan manusia dan makhluk hidup lainnya.
TUJUAN
1. Untuk mememnuhi tugas teknik komunikasi
2. Untuk mengetahui polusi udara yang ada di beberapa kota besar
3. Untuk mengetahui bagaimana penanganan polusi
RUMUSAN MASALAH
1. Masalah polusi udara
2. Penanggulangan polusi udara
BAB II
SI
PENGERTIAN
Pencemaran udara adalah masuknya atau dimasukkannya zat, energi, dan/atau komponen lain ke dalam udara ambien oleh kegiatan manusia, sehingga mutu udara ambien turun sampai ke tingkat tertentu yang menyebabkan udara ambien tidak dapat memenuhi fungsinya.
Pencemaran udara adalah kehadiran satu atau lebih substansi fisik, kimia, atau biologi di atmosfer dalam jumlah yang dapat membahayakan kesehatan mahkluk hidup, mengganggu estetika dan kenyamanan, atau merusak properti.
Pencemaran udara adalah masuknya, atau tercampurnya unsur-unsur berbahaya ke dalam atmosfir yang dapat mengakibatkan terjadinya kerusakan lingkungan, gangguan pada kesehatan manusia secara umum serta menurunkan kualitas lingkungan.
Udara ambien adalah udara bebas dipermukaan bumi pada lapisan troposfir yang berada di dalam wilayah yurisdiksi Republik Indonesia yang dibutuhkan dan mempengaruhi kesehatan manusia, makhluk hidup dan unsur lingkungan hidup lainnya.
Emisi adalah zat, energi dan/atau komponen lain yang dihasilkan dari suatu kegiatan yang masuk dan/atau dimasukkannya ke dalam udara ambien yang mempunyai dan/atau tidak mempunyai potensi sebagai unsur pencemar.
MASALAH
Kualitas kesehatan udara membawa dampak yang penting untuk kita perhatikan. Karena setiap harinya, zat-zat yang sangat tidak menyehatkan selalu lewat tanpa permisi tepat di bawah hidung kita.
• Pertumbuhan kegiatan sektor transportasi, industri, pembangkit tenaga, rumah tangga, yang semakin meningkat telah memberikan kontribusi kepada pencemaran udara, khusunya di kota-kota besar dan di sekitar kawasan industri.
• Masih digunakan bahan bakar yang kurang ramah lingkungan seperti bahan bakar minyak atau batu bara dengan kadar sulfur tinggi, bahan bakar kendaraan bermotor seperti bensin yang masih mengandung zat timbel dan solar yang mengandung sulfur tinggi.
• Belum semua industri memasang alat pengendalian pencemar udara untuk menurunkan beban pencemar udara seperti alat elektrostatikpresipitator, bag house filter, cyclonic duster, wet scrubber, dll.
• Masih adanya emisi gas yang di buang ke udara tidak dilewatkan melalui cerobong.
• Belum semua cerobong yang ada di industri dilengkapi dengan lubang sampling dan sarana pendukung sampling.
• Belum semua cerobong dilakukan pengujian emisi secara berkala (sekurang-kurangnya setiap 6 bulan sekali).
Zat-zat Pencemar Udara, Sumbernya, dan Dampaknya pada Kesehatan
1. Sulfur dioksida (SO2)
- sumber : pembakaran dari kegiatan rumah tangga/ domestik, pembangkit tenaga listrik, kilang minyak, pabrik baja/ logam.
- Dampak : menimbulkan efek iritasi (luka lecet) pada saluran nafas, sehingga menimbulkan gejala batuk, sesak nafas (meningkatkan kasus asma)
2. Partikel debu melayang di udara (TSP, PM 10, PM 2,5)
- sumber : pembakaran domestik, emisi kendaraan bermotor, pabrik gas, pembangkit tenaga listrik, kilang minyak, pabrik semen, tempat pembakaran sampah, pabrik keramik, pabrik pelebur logam.
- Dampak : masuk ke dalam sistem pernafasan atas sampai ke bagian paru-paru terdalam (alveoli : tempat pertukaran gas di paru2 dan darah). Sehingga : menimbulkan infeksi saluran pernafasan atas, jantung, bronchitis, asma.
3. Hidrokarbon (HC)
- sumber : emisi kendaraan bermotor, kilang minyak.
- Dampak : menimbulkan iritasi pada membrane mukosa dan bila terhisap oleh paru-paru akan menimbulkan luka di bagian dalam dan timbul infeksi.
4. Nitrogen oksida (NOx)
- Sumber : emisi kendaraan bermotor, pabrik pengolahan asam nitrat, pabrik baja/ logam, pabrik pupuk.
- dampak : keracunan gas NOx menyebabkan susah bernafas dan dapat menyebabkan kematian.
5. karbon monoksida (CO)
- sumber : emisi kendaraan bermotor.
- dampak :CO yang ikut dalam aliran darah akan membentuk karboksihaemoglobin (COHb). COHb merupakan senyawa yang stabil sehingga fungsi darah sebagai pengangkut oksigen terganggu. Keracunan gas CO ditandai dengan pusing/ bingung, sakit kepala, dan mual. Keadaan lebih berat berupa menurunnya kemampuan gerak tubuh, gangguan kardiovaskular, serangan jantung, sampai pada kematian.
6. Karbon dioksida (CO2)
- sumber : sisa-sisa pembakaran domestik dan industri, emisi kendaraan bermotor.
7. Amoniak (NH3)
- sumber : Pabrik pembuatan amoniak dan pengubahan amoniak (pabrik pupuk)
8. Klorine dan Hidrogen Klorida
- sumber : pabrik clorine, pabrik alumunium, pengolahan kembali logam
9. Merkaptan
- sumber : kilang minyak, pabrik pembuatan bubur kertas.
10. Hidrogen sulfide (H2S)
- sumber : Pembangkit tenaga listrik, pengenceran logam, vulkanisir/ tambal ban dan kegiatan pembakaran batu bara.
11. Timah Hitam (Pb)
- sumber : emisi kendaraan bermotor
- dampak : mengganggu peredaran darah, sistem saraf, ginjal, dan sistem reproduksi. Pengaruh Pb di daerah dalam dapat menimbulkan anemia. Bagi ibu yang sedang hamil Pb dapat menghambat pertumbuhan janin, Sedangkan bagi anak-anak dapat menurunkan tingkat kecerdasan (IQ).
Pencemaran udara terjadi apabila mangandung satu macam atau lebih bahan pencemar diperolaeh dari hasil proses kimiawi seperti gas-gas CO, CO2, SO2, SO3, gas dengan konsentrasi tinggi atau kondisi fisik seperti suhu yang sangat tinggi bagi ukuran manusia, hewan dan tumbuh-tumbuhan. Adanya gas-gas tersebut dan partikulat-partikulat dengan konsentrasi melewati ambang batas, maka udara di daerah tersebut dinyatakan sudah tercemar. Denagn menggunakan parameter konsentrasi zat pencemar dan waktu lamanya kontak antara bahan pencemar atau polutan dengan lingkungan udara.
PEMECAHAN MASALAH
Pemecahan masalah pencemaran terdiri dari :
• langkah pencegahan dan pengendalian. Langkah pencegahan pada prinsipnya mengurangi pencemar dari sumbernya untuk mencegah dampak lingkungan yang lebih berat. Di lingkungan yang terdekat, misalnya dengan mengurangi jumlah sampah yang dihasilkan, menggunakan kembali (reuse) dan daur ulang (recycle).
• Di bidang industri misalnya dengan mengurangi jumlah air yang dipakai, mengurangi jumlah limbah, dan mengurangi keberadaan zat kimia PBT (Persistent, Bioaccumulative, and Toxic), dan berangsur-angsur menggantinya dengan Green Chemistry. Green chemistry merupakan segala produk dan proses kimia yang mengurangi atau menghilangkan zat berbahaya.
• Tindakan pencegahan dapat pula dilakukan dengan mengganti alat-alat rumah tangga, atau bahan bakar kendaraan bermotor dengan bahan yang lebih ramah lingkungan. Pencegahan dapat pula dilakukan dengan kegiatan konservasi, penggunaan energi alternatif, penggunaan alat transportasi alternatif, dan pembangunan berkelanjutan (sustainable development).
• Langkah pengendalian sangat penting untuk menjaga lingkungan tetap bersih dan sehat. Pengendalian dapat berupa pembuatan standar baku mutu lingkungan, monitoring lingkungan dan penggunaan teknologi untuk mengatasi masalah lingkungan. Untuk permasalahan global seperti perubahan iklim, penipisan lapisan ozon, dan pemanasan global diperlukan kerjasama semua pihak antara satu negara dengan negara lain
Untuk dapat menanggulangi terjadinya pencemaran udara dapat dilakukan beberapa usaha antara lain :
• Pengolahan/daur ulang atau penyaringan limbah asap industri
• Penghijauan untuk melakukan proses fotosintesis dan tidak melakukan pembakaran
• Tidak melakukan pembakaran hutan secara sembarangan
• Melakukan reboisasi atau penanaman kembali pohon-pohon pengganti
• Mengganti bahan kendaraan bermotor dengan bahan bakar yang tidak menghasilkan gas karbon monoksida dan diusahakan pula agar pembakaran yang terjadi berlangsung secara sempurna
Sementara itu, pencegahan pencemaran udara berbentuk partikel dapat dilakukan melalui lima konsep :
• “Membersihkan” (scrubbing), mempergunakan cairan untuk memisahkan polutan. Alat scrubbing ada beberapa jenis, yaitu berbentuk plat, masif, fibrous dan spray
• Menggunakan filter. Dimaksutkan untuk menangkap polutan partikel pada permukaan filter. Filter yang dipergunakan berukuran sekecil mungkin. Filter bersifat semipermiabel yang dapat dibersihkan, kadang-kadang dikombinasikan dengan pembersihan gas dan filter polutan partikel
• Mempergunakan presipitasi elektrostatik. Cara ini berbeda dengan cara mekanis lainnya, sebab langsung ke butir-butir partikel. Polutan dialirkan diantara pelat yang diberi aliran listrik sehingga presipitator yang akan mempresipitasikan polutan partikel dan ditampung di dalam kolektor. Pada bagian lain akan keluar udara yang telah dibersihkan.
Dampak positif dan negatif
Pencemaran udara dapat memberikan dampak negatif bagi makhluk hidup, manusia, hewan dan tumbuhan. Kebakaran hutan dan gunung api yang meletus menyebabkan banyak hewan yang kehilangan tempet berlindung, banyak hewan dan tumbuhan mati bahkan punah. Gas-gas oksida belerang bereaksi dengan uap air dan air hujan dapat menyebabkan terjadinya hujan asam yang dpat merusak gedung-gedung, jembatan, patung-patung sehingga mengakibatkan tumbuhan mati atau tidak bisa tumbuh. Gas karbon monoksida yang terhisap masuk ke dalam paru-paru bereaksi dengan hemoglobin yang menyebabkan terjadinya keracunan darah dan masih banyak lagi dampak negatif yang disebabkan oleh pencemaran udara.
Pencemaran udara juga dapat memeberikan dampak positif antara lain: lahar dan partikulat-partikulat yang disemburkan gunung berapi yang meletus bila sudah dingin menyebabkan tanah menjadi subur, pasir dan batuan yang dikeluarkan gunung berapi yang sudah meletus dapat dimanfaatkan sebagai bahan bangunan. Gas karbon monoksida bila bereaksi dengan oksigen di udara menghasilkan gas karbon dioksida bisa dimanfaatkan bagi tumbuh-tumbuhan untuk melangsungkan fotosintesis untuk menghasilkan karbohidrat yang sangat berguna bagi makhluk hidup.
BAB III
PENUTUP
SIMPULANPENUTUP
Banyak kota-kota besar didunia kualitas udaranya memburuk karena tercemar oleh; zat-zat pencemar yang sumbernya berasal dari pabrik-pabrik industri, dan kendaraan bermotor, proses pembakaran,pembuangan limbah padat.zat-zat pencemar yang paling sering dijumpai adalah: So2, NO dan NO2, Pb, SPM, O3 dan CO untuk memonitor zat-zat polutan ini, WHO (tahun 1974) telah bekerjasama dengan global Environment monitoring System (=GEMS) bagian udara. Faktor-faktor yang mempengaruhi distribusi dan transport zat polutan ini adalah: letak topografi daerah, intensitas dan pemaparan, arah angin, suhu dan cuaca. Dampak yang paling utama adalah terhadap kesehatan manusia terutama pada sistem pernapasan, pembuluh darah, persarafan, hati dan ginjal.
SARAN
mengurangi pencemaran udara yang dapat kita lakukan adalah mengkaji ulang sistem lalu lintas, meningkatkan pelayanan angkutan umum yang baik

acara efektif untuk menanggulangi pencemaran udara yg ada di kota kota besar bagaimana?
BalasHapus